Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

Minggu, 27 Maret 2011

Review Earth Hour 2011

Hey Friends . . !! Have a nice Sunday all . . !

Kali ini aku pengen membahas apa aja yang bisa aku lakukan ketika melaksanakan progran Earth Hour 2011 semalam, Sabtu 26 Maret 2011. Mungkin banyak orang yang beranggapan tak ada yang bisa kita lakukan ketika kita memadamkan lampu dan alat elektronik kita selama satu jam saat melaksanakan Program Earth Hour sehingga banyak dari mereka enggan untuk melaksanakan program ini.

Namun, apa yang ada di benak mereka tidak terbukti. Bangga ketika melihat acara berita di televisi pagi hari ini ketika membahas Earth Hour semalam. Masih banyak orang yang peduli dengan keadaan bumi kita yang semakin terancam. Banyak orang yang bersuka cita dalam menyuarakan Earth Hour di berbagai kota seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Dan yang membuatku lebih bangga lagi adalah sebagian besar dari mereka adalah para remaja penerus bangsa. Dan program semalam berhasil menghemat daya listrik 350 Megawatt se Jawa-Bali. Meskipun tidak dapat melampaui target, tapi lumayan lah memberikan kesempatan bumi kita untuk bernafas lebih lama.


Apa yang terjadi di banyak kota besar nampaknya tidak terjadi di kotaku. Di saat banyak orang menyuarakan Earth Hour dan memadamkan lampu mereka pada jam 20.30-21.30, di kotaku malah sebaliknya. Ada event besar-besaran di alun-alun kota dan membutuhkan energi yang tidak sedikit. Ketika aku mengajak kawan-kawan untuk melaksanakan program Earth Hour, mereka hanya menjawab sinis “Earth Hour? Opo kuwi? Ra guna”. Kalau dalam bahasa Indonesia mereka menganggap Earth Hour tidak ada gunanya dan lebih mementingkan hura-hura daripada memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Karena masalah ini, mungkin aku sedikit berpesan ke Pemda-Pemda yang ada di Indonesia untuk menghimbau kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Earth Hour tahun depan. Karena menurut survey, tingkat kesadaran masyarakat di Indonesia akan keadaan lingkungan kita masih tergolong rendah. Kita dapat meniru warga Australia. Ketika pukul 20.30 waktu setempat dimana saat gedung opera yang ada di Sidney memadamkan lampu diiringi oleh bunyi sirine, serentak semua rumah dan perkantoran juga ikut memadamkan lampu. Itu semua tidak luput dari peran pemerintah setempat. Dan, kalau Australia bisa, Indonesia juga harus bisa dong?

Banyak kok yang bisa kita lakukan saat berpartisipasi dalam Earth Hour. Untuk yang mempunyai pasangan malah bisa dimanfaatkan untuk Candle Light Dinner yang romantis. Bisa juga untuk belajar memahami dan mengerti kondisi bumi dan lingkungan kita ini yang selama ini menjadi tempat kita untuk hidup. Bayangkan ketika 2 sampai 3 tahun ke depan, tidak ada lagi energi lagi di dunia ini? Apa yang bisa kita lakukan? Mencegah lebih baik daripada kehabisan energi. Hehe

So, mari kawan program semalam kita jadikan suatu titik awal. Jadikan gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari kita. Pukul 20.30-21.30, padamkan 3 lampu saja sudah cukup membantu kok.

Sampai ketemu di Earth Hour 2012!!

Chayyyyooooooo!!!!!

5 komentar:

Ajeng Sari Rahayu mengatakan...

:)

arfiantsite mengatakan...

ada apa kak ajeng? hehehe

Faril mengatakan...

Australia bisa ngelaksanain Earth Hour karena selama bukan jam itu mereka menghabiskan daya listrik yg jauh lebih besar dari penduduk Indonesia...jadi,,percuma aja kalo acara ini diadakan sekali dalam setahun..
sebaiknya diadakan sebulan sekali,,atau seminggu sekali..

arfiantsite mengatakan...

@Faril: Yup. Tapi yang perlu diketahui, untuk memenuhi kebutuhan listrik, Australia lebih memanfaatkan Turbin air di sungai-sungai dan saluran air mereka daripada menggunakan energi fosil sebagai pembangkit. Jadi sebesar apapun energi listrik yang mereka gunakan, tak akan berpengaruh banyak. tapi sebaliknya di Indonesia, lebih memilih memanfaatkan energi fosil daripada alam kita sendiri.

Tebinfea mengatakan...

Hello my dear friend.
I wish a nice day.
Teb.

Posting Komentar

gimana menurut kalian? jangan segan-segan menulis komentar kalian di sini.. :)